Bismillah :)
Report jalan-jalan kali ini bertajuk, riding santai yang (sedikit) maksa :D maksa karena awalnya berencana untuk ikut riding keTawangmangu buat kenalan sama suhu-suhu Nusantaride tapi gagal karena gak yakin sama kemampuan riding dari Jakarta - Tawangmangu (PP) sedangkan niat buat ikut dari Kebumen – Tawangmangu ternyata eh ternyata kehabisan tiket kereta. :( Rencana riding balas dendam ke Bandung dan Sukabumi saat natal terganjal belum ada teman dan rencana pulang kampung yang diniatkan ketika Tahun Baru tetapi ndak kebagian tiket adanya tiket Natal. Disyukuri sahaja karena banyak yang ngejar-ngejar itu tiket Natal dan gak dapat ,hahaha :D
Pikir punya pikir akhirnya awal Minggu maksain diri buat bikin rencan jalan-jalan. Rencana awal pengin tik tok ke Curug Malela. Observasi via internet sudah dilaksanakan tapi apa daya keesokan harinya ini badan malah ngedrop :( Sempat kepikiran untuk ngebatalin rencana jalan-jalan kali ini tapi keinginan udah diubun-ubun. Hari Jumat akhirnya buka-buka artikel riding report dari para suhu salah satu forum dan artikel salah satu blogger yang terkenal sebagai tukang riding dan pelatih safety riding, nemu juga tujuan yang hamper mirip dengan Curug Malela tetapi relatif lebih dekat , Curug Cikondang :)
Sabtu, 17 Desember 2011
Bangun pagi-pagi, siapin barang bawaan, mandi, sholat subuh, ngacir … :) Sekitar pukul 05.19 berangkat. Rute dipilih adalah Bintaro – Parung – Bogor kota – Puncak – Cianjur – Cibeber – Curug Cikondang. Suasana riding pagi masih cukup sepi kecuali setelah memasuki wilayah Bogor. Terkenalnya Bogor dengan kota angkotnya tetap terjaga, macet, menjadi trade mark :D
Suasana jalanan dari Bogor menuju Puncak sudah mulai macet tetapi setelah memasuki Puncak raya jalana masih cukup lengang kita masih bisa menikmati suasana pagi khas pegunungan. Semenjak memasuki Puncak raya ini perut sudah mulai nagih jatah makan, akhirnya sekitar pukul 07.00 makan bubur pinggir jalan akhirnya jadi opsi . :) *lama banget ya Bintaro – Puncak aja 2 jam :P
Prosesi sarapan pagi selesai, tujuan selanjutnya Puncak Pass, sedikit foto-foto dan mengenang pertama kali menginjakkan kaki di Puncak Pass. Lanjut tujuan berikutnya Cianjur :)
Puncak Pass
Setelah sekali berhenti disalah satu pom bensin di Cipanas demi “nature call” sampailah di Kota Cianjur. Buta arah setelah masuk kota Cianjur maka diputuskan untuk mengaktifkan GPS Superspring, koordinat tujuan dimasukkan saatnya melucur. Tapi apa daya ada seikit kesalahan dengan GPS, ketika diluar aplikasi GPS sinyal mantap tetapi setelah memasuki aplikasi navitel sinyal menjadi kosong. “GlobalPitakonanSistem” jadi pilihan setelah bertanya dengan bahasa Indonesia dan dijawab menggunakan bahasa setemapat (ngomong opo yo pa’e) dengans edikit berasumsi akhirnya perjalanan dilanjut menuju arah Sukabumi. Ada seikit kekurangyakinan (halah boso opo iki)akhirnya mampir ke salah satu pom bensin untuk mampir “bayar utang” harian sama Alloh SWT dan bertanya kepada penjaga pom bensin ternyata arah sudah benar dan masih cukup jauh katanya. Lanjut gan,,, :)
Akhirnya petunjuk arah menuju Situs Megalitik Gunung Padang terlihat, teringat salah satu RR di POL bahwa arah masuk ke Curug Cikondang adalah searah dengan jalur menuju Gunung Padang, maka “GPS” kembali diaktifkan dan ternyat udah sedikit terlewat 200m dan benar arah menuju Curug Cikondang adalah sama dengan arah menuju Gunung Padang, katanya ngikutin jalan saja. Setelah beberapa kali bertanya dan beberapa kali hampir jatuh oleh bekas aspal berbatu dan bercampur tanah akhirnya sampai di Curug Cikondang.
Tanya-tanya dan ngobrol dengan penduduk di depan pintu masuk ternyata motor gak bisa masuk dan harus dititip. Akhirnya nitip motor dan sekalian peralatan lenong biar jalan ke curug bisa enteng, dan ternyata pembayaran tiket dilakukan disitu juga (tiket seharga rp3000,-)
Perjalanan menuju curug hanya sekitar 10 menit. Saatnya menikmati pijatan dari air terjun, dan berhubung Cuma kesana sendiri dan saat itu gak ada pengunjung lain jadi lakuin hal-hal yang wajar saja :D
curug cikondang
Hari mulai siang dan pengunjung mulai berdatangan, akhirnya memuaskan diri bermain air dan foto-foto, saatnya kembali ke peraduan di Jakarta. Ganti baju, bayar penitipan motor dan kamar mandi rp5000. Ngacirrr menikmati jalanan berbatu lagi :)
Sempat mampir sholat dhuhur di Cibeber, memasuki daerah puncak gerimis melanda sempat berhenti sekali dan diputuskan lanjut sampai ke Masjid Atta’wun, Puncak untuk sholat ashar dan makan siang (ini makan siang apa sore si?) sembari menunggu cuaca lebih bersahabat.
Masjid Atta'awun, Puncak
Kenyang lanjut menuruni Puncak Raya yang identik dengan kemacetan dan buka tutup jalan setiap weekend tapi mongstor mah lancar pelan tapi pasti :) Kemacetan terus berlanjut sampai maghrib tiba di daerah Parung. Menepi di sebuah masjid untuk ibadah dan lanjut menikmati kemacetan+perbaikan jalan sampai daerah Bintaro.
Alhamdulillah sekitar pukul 07.45 sampailah di kos, daerah belakang Kampus STAN dengan selamat. Perjalanan sepanjang 280km kali ini diwarnai dengan beberapa kejadian “hampir” terlibat kecelakaan tetapi Alhamdulillah Alloh SWT masih melindungi hambanya ini. :) Semua kejadian tersebut perlu dijadikan pembelajaran agar kita makin berhati-hati dalam berkendara :)
See you next trip… :)
































