Kamis, 14 Juli 2011

Jalur busway, STNK, dan kunci cadangan


Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaaan kejadian dan nama pelaku, itu hanyalah kebetulan belaka,, :D Haiah, berasa bikin cerita novel aja,,hihi Cuma pengin share pengalam dari salah seorang rekan kerja senior di kantor.

Kejadian ini masih lumayan fresh karna baru kejadian kemarin setelah pulang dari kantor. Rekan saya ini ceritanya emang kalo naik motor termasuk level cepatlah, bayangin aja kalo saya berangkat kantor antara jam 06.30 - 06.45 wib dari kosan, rekan saya tersebut sering kali berkebalikan arah dengan saya. Masih mau beli sarapan dulu kali yaks atau entah mau ngapain, saya juga kurang tahu. Jadi ceritanya seperti umumnya pengguna kendaraan di Jakarta yang sudah jengah dengan kemacetan, kalo lihat keadaan jalur busway kosong pasti banyak yang lewat sana kan, entah itu motor atau mobil, bahkan bus selain transjakarta sekalipun (*ini boleh kali ya, kan namanya busway jadi ya bus boleh masuk kan ya,,,wakakaka*)

Menurut penuturan yang bersangkutan mulai masuk jalur busway  keadaan seperti biasa, malah cenderung lebih lengang katanya. Saat itu dia bilang sedang dalam keadaan sedikit ngantuk jadi kurang memperhatikan keadaan di depan, yang dia tahu  seperti biasalah beberapa pengguna jalan naik turun separator busway.  Tanpa merasa curiga dia tetap dengan tenangnya melenggang di jalur busway karena masih banyak pengguna jalan di depan sana yang sedang berhenti di dekat lampu merah. Tak dinyana setelah dekat dengan lampu merah ternyata para pengendara yang sedari tadi dia lihat berkerumun di dekat lampu merah sedang diberhentikan oleh Polantas,,,wakakak,, Alhasil dia juga ikut kena deh,,, Tanpa basa-basi Pak Pol langsung mengambil kunci motor rekan saya tersebut sambil mengajak bicara dan menanyakan keberadaan SIM dan STNK. Kebetulan saat itu dia sedang tidak membawa SIM dan STNK  memang dalam keadaan hilang. Seperti biasa akhirnya rekan saya tersebut disuruh ke pinggir dan berjalan menuju Pos Polisi untuk menunggu Pak Pol yang masih sibuk mengurus pengendara lain.

Sambil menuntun kendaraan ke arah Pos Polisi , dia berpikir "malas banget sampe urusan sama Polisi mesti keluar duit tar" dan akhirnya tercetus ide "kabur ajalah mumpung orangnya gak liat dan masih ngurus motor lain yang banyak banget". AKhirnya rekan saya ini berjalan dengan berusaha terlihat tenang melewati depan Pos Polisi yang ternyata ada Pak Pol lain di sana. Parahnya itu Pak Pol itu bertanya kepada rekan saya kenapa motor dituntun, secara reflek rekan saya menjawab bensin habis, padahal beberapa meter sebelum lokasi dia diberhentikan polisi tadi ada pom bensin,,,wakakaka.. Oleh Pak Pol diberi tahu kalau di seberang ada pom bensi, rekan saya hanya menjawab "mau eceran di depan sana aja Pak..." wakakaka
Pos Pol berhasil dilewati artinya sudah lumayan aman katanya akhirnya dia berhenti di salah satu ruko di sana dan memarkir motornya diantara motor-motor lain yang sedang parkir lalu pulang untuk mengambil kunci cadangan,,,wakakakak Pak Pol cuma untung kunci motor akhirnya,,,wakakaka denger cerita rekan saya ini saya cuma mesam-mesem sambil berpikir cerdas juga ini orang dan ketawa,,,wakakakaka.. tetapi Alhasil hari ini rekann saya itu tidak berani naik motor ke kantor dengan jalur yang sama dan dia memilih untuk jadi boncenger sementara.

Sedikit pesan moral dari cerita ini adalah kalo ketemu Pak Pol percaya diri dan tenang adalah yang terbaik. :hammer
beberapa hal yang sebaiknya dihindari daari cerita ini adalah
1. menggunakan sepeda motor tanpa membawa SIM dan STNK
2. melalui jalur busway, tapi kalo ini jujur secara pribadi saya masih lebih mentoleriri daripada para pengendara sepeda motor yang naik-naik melalui trotoar. Menurut saya, walaupun memang kedua hal tersebut adalah hal yang sama-sama SALAH tetapi ketika seorang pengendara sepeda motor melalui jalur busway maka resiko terberat ada pada diri mereka sendiri. Sementara ketika mereka menggunakan trotoar maka resiko terbesar justru ada pada penguna jalan lain, yakni pejalan kaki.
Akan tetapi akan SANGAT LEBIH BAIK jika kita para pengendara dan pengguna jalan lebih menghargai diri kita sendiri dan pengguna jalan lain, mengetahui dan menjaga hak para pengguna jalan lainnya. :)

Pokoke sg penting keep safety riding... :)

*pict hanya sekedar ilustrasi, sumber dari mbah Google

Selasa, 12 Juli 2011

Spion feat Lampu Sein

Postingan pertama setelah kembali lagi ke blogspot dengan nama baru karena di kantor mau buka wordpres* kurang cepat.
Saya ingin bercerita tentang pengalaman buruk terkait penggunaan Lampu sein dan Spion di kalangan pengguna jalan karena baru tadi sore sepulang dari kantor saya hampir menabrak orang di depan saya karena mereka tiba-tiba berbelok tanpa menyalakan lampu sein, dan MUNGKIN tidak melihat spion terlebih dahulu.
Saya hampir menabrak sebuah motor supra karena sang pengendara tiba-tiba berbelok ke arah Pasar Kreo tanpa memberi tanda. Berawal dari pertigaan Giant Kreo, saya berada di belakang seorang Bapak yang memboncengkan anak kecil dan seorang wanita. Merasa itu Bapak terlalu pelan dan ada di tengah jalan maka saya berinisiatif untuk menyalip. Baru saya mulai bergeser sedikit ke kanan dan mulai menarik gas lebih dalam tiba-tiba sang Bapak bergerak ke arah kanan. Reflek menarik tuas rem depan dan saya hampir terjatuh karena ban depan sempat terpeleset tapi alhamdulillah saya tidak terjatuh dan motor berhenti tepat sebelum menabrak sang Bapak.
Sang Bapak yang tersadar akan kejadian tersebut pun segera berhanti dan melihat ke arah saya sambil berulang-ulang meminta maaf. Berhubung saya sudah mulai mengendarai motor saya menuju arah kos jadi hanya membalas ucapan maaf Sang Bapak dengan lambain tangan sebagai tanda bahwa saya telah memaafkan beliau.
Sempat ada rasa kesal seketika tapi saya harus kembali bersyukur kepada Alloh SWT karena diselamatkan dari kecelakaan tersebut. :)
Semoga lain kali Sang Bapak dan para pengguna jalan lainnya lebih perhatian terhadap penggunaan SPION dan LAMPU SEIN ketika hendak berpindah jalur ataupun berbelok. Pengguna jalan yang ada di sekitar kalian bukanlah Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

keep safety riding