Rabu, 26 Mei 2010

RR - SDC-Jogja & JSMC dolang bareng ng Baturraden part 2






Sabtu siang, 22 Mei 2010 --> masih tetap terkurung di dalam kamar berukuran 2.5 x 2.5 meter. Lanjut Gan... :ngakak (sepertinya tanda-tanda depresi mulai muncul,,, :nohope: )

kembali ke tujuan awal... FR dolan bareng to Baturraden part 2.. Monggo,,, (mohon maaf sebelumnya kalo makin berantakan,, karna di tulis sambil sms-an, fesbukan, dan kaskusan,,,bahkan ngerendem cucian...hehehe)

day 2
location: villa, baturraden, goa jatijajar, bro Arya's house

Acara hari kedua di awali dengan MCK,, ga penting y?? :ngakak Minggu Pagi kami menuju Lokawisata Baturraden yang cuma beberapa puluh meter dari villa (manteb gan,, villa 2 kamar 200rb semalam mw diisi berapa orang terserah jaraknya cuma beberapa puluh meter dari pintu gerbang Baturraden). Acaranya sarapan, jalan-jalan, dan so pasti photo-photo :ngakak ternyata kalo dah liat kamera pada banci photo dan sok paparazi semua,,, :p Cukup lama juga kami berputar-putar dan jalan di Baturraden sampai om dapid, om bagus dan keluarga berpijat-pijat ria di area pancuran 3. Sedangkan arip...kebelet pup jadi ga ikutan naik tapi katanya nemu kenikmatan tersendiri di villa,,, :ngakak: selamat gan!!!

Sekitar jam 10.00 WIB kami kembali ke villa untuk bersiap perjalanan pulang menuju Yogyakarta. Jam dinding menunjukkan pukul 10.30 WIB diiringi doa bersama kami berangkat menuju kota tercinta Yogyakarta dan tak lupa mampir di kawasan penghasil gethuk goreng Sokaraja... :) beuh,,, bawaan anak-anak jadi pada membesar... box dah ga cukup, tas dipaksakan sampai ga bisa ditutup,, :ngakak: iki bikers opo kulakan t?? :ngakak:

route awal yang di ambil adalah jalur selatan sampai di Ijo lalu ambil arah pantai Ayah untuk berpindah ke jalur selatan-selatan dan mampir sebentar (2 jam ki sebentar y??) di Goa Jatijajar... koq y masih pada semangat photo-photo padahal saya dah mau pingsan kepanasan dan dehidrasi,,, :nohope:

Slesai menjelajah Goa Jatijajar, roda kembali berputar mengarah ke tujuan selanjutnya, Rumah Bro Arya untuk istirahat da makan siang. Sesuai rencana jalur yang dilalui adalah jalur selatan-selatan yang penuh dengna jalan naik turun dan belokan.. kasian bener ini motor-motor,,disiksa terus,,ho,,,ho,,, tapi ini membuktikan motor kami memang baik karna tetap dalam keadan baik. Hanya satu saja motor yang mengalami sedikit permasalahan, motor milik paketu Bagus mengalami bocor halus itupun dipaksakan dari Purwokerto sampai jogja hanya diissi angin kalo mulai kempes dan tidak diganti ban ato ditambal karena menegjar waktu.

Berangkat dari rumah Bro Arya menuju Jogja sekitar pukul 16.00. Diputuskan tetap melalui jalur selatana-selatan, berbeda dengan jalur sebelumnya yang penuh dengan jalan berliku, tanjakan dan turunan semestinya jalur yang akan kami lalui selanjutnya adalah jalur lurus yang panajang sehingga akan lebih menghemat waktu. Akan tetapi ternyata hampir separo darijalur lurus yang kami harapkan terdiri atas jalanan aspal yang rusak bergelombang dan penuh lubang, kemudian sebagian jalan yang lapisan aspalnya telah terkelupas sehingga hanya tersisa batu-batu dan tanah, hal ni membuat kami tidak mampu membesut tunggangan kami secara maksimal. Jalanan baru mengakomodir kebutuhan kami untuk bisa menuju Jogja lebih cepat setelah memasuki daerah Kabupaten Purworejo, dengan jalan 4 jalur, halus, dan dipisahkanoleh pemisah jalur antara arah yang berkebalikan.

Jam di handphone menunjukkan pukul 17.30 dan kamu baru memasuki daerah Bantul, wah alamat janji saya sama mami tidak terpenuhi, maaf mi??? Berhubung terlamabat memasuki Jogja jadi kami putuskan bagi peserta rombongan yang rumahnya dekat untuklangsung berpisah dan rombongan yang menuju Jogja akan berpisah di daerah Jalan Parangtritis. Sekitar pukul 18.15 kami sampai salah satu pom bensin yang ada di Jalan Parangtritis. Setelah mengisi bensin kami semua berpisah menuju arah tempat istirahat masing-masing.

Terima kasih untuk semua rekan-rekan SDC+JSMC yang telah ikut serta dalam acara dolan bareng ini (mau di bilang tourgab ini bukan acara resmi klub,,,hehe) especiallyBro Arya atas suguhan sate ayam Ambalnya,,, :beer:
Semoga lain kali kita bisa touring bersama-sama lagi,,,, :beer:
Untuk rekan-rekan yang belum bisa ikut serta, ditunggu partisipasinya di acara dolan bareng selanjutnya,,, :)

Senin, 24 Mei 2010

RR - SDC-Jogja & JSMC dolangbareng ng Baturraden part 1




Sabtu pagi yang diawali dengan kegalauan,,, mau ngapain hari ni,,, sama dokter muda suruh istirahat 2 hari ni tapi dah ga kebayang dah kalo 2 hari ni sendiriran di kos cuma tiduran dan rebahan,,,hoahm,,, Bisa-bisa selesai masa istirahat malah menggila ato bahkan maarah-marah ga jelas sama orang karna saking bosannya,,, :ngakak: :P [ kalo bu dokter baca ini jangan marah ya??? :) saya tau niat kamu baik... makasih sayang.. :) ]

Daripada pagi-pagi mesti BeTe, y wes bikin FR (guayamu lek FR, coretan rak jelas ok y) ke Baturraden bareng temen-temen Skydrive Community Jogja + Jogja Spin Matic Club (ini bener ga ya kepanjangane???mohon maaf kalo salah???hehehe) tanggal 15-16 Mei 2010 kemarin.
Sabtu sore, 15 mei 2010, sekitar jam 07.00 WIB, 5 motor ( 3 Skydrive, 2 Spin) berkumpul di area Bunderan UGM bersiap berangkat menuju Purwokerto. Sesuai rencana rekan-rekan berangkat dari Jogja pukul 19.30 WIB dengan blocker Gilang & Arya dan RC Galuh, sedangkan saya sendiri nunggu di Kebumen, mentang-mentang rute yang dilalui lewat dekat rumah jadi ga ikut dari startpoint,,, :P
Rute yang semula direncanakan akan melalui jalur selatan-selatan karna waktu yang sudah malam dan banyak kaum hawa dalam rombongan akhirnya diputuskan dipindah melalui jalur selatan yang lebih aman dan jalanannya lebih baik.

Di daerah Gamping ternyata 4 orang rekan Mio yang mau ke Bumiayu telah menunggu, rombongan lanjut dengan tambahan 2 Mio yang akhirnya malah jadi blocker,,,. Singkat cerita, udah kaya novel panjang aj,a rekan-rekan sampe lokasi penantin saya,,, :D Berhubung motor Galuh ternyata kurang fit, kampas rem depan belakang habis jadi akhirnya dia jadi boncenger saya dan motor ditinggal di Kebumen. Sekarang komposisinya jadi 4 Skydrive, 1 Spin, 2 Mio... Ini sebenarnya touring apa ya??? :ngakak: Lanjut Gan... :ngacir2

Roda terus berputar menuju Purwokerto dengan kecepatan rata-rata 70-80 kmpj (karna bawa boncenger semua brur dan tanpa punya sweeper), dan kita sempat istirahat di Karanganyar karna Mio-Mio pada kehabisan bensin... Sempat lama juga kami istirahat di Karanganyar. Ada beberapa rombongan yang sempat melintas saat kami istirahat, dan yang paling salut adalah rombongan Pulsar (entah pulsarian ato prides),, tapi kenceng rapi bener tu rombongan,,, MANGSTAB GAN!!! :thumbup: kapan kami bisa serapi itu,,, semoga suatu saat bisa jadi bagian dari mereka... :mupeng:
Ops, sedikit kelucuan sebelum masuk Karanganyar, stick lamp yang dipake patah gara-gara dihajar Avanza padahal itu stick lamp dipegang sejajar tubuh tanpa di acung-acungkan dan anehnya berdasar cerita dari sesepuh, kalo lagi jalan ke barat stick lamp anak-anak JSMC selalu patah di lokasai yang sama :ngeri: stick lamp yang tadinya segedhe gtu jadi cuma led secuil,,, :ngakak: kaya -tit- loyo... :P
Mumpung lagi ngomongin urusan stick lamp yang identik dengan blocker dan sweeper, mampir dikit keurusan blocking, rekan-rekan yang pake Mio manteb juga buka jalannya NEKAD malah menurut versi pribadi saya agak "berlebihan" jalanan depan kita benar-benar kosong melompong jalur kanan dan kiri.

Setelah melalui jalanan yang penuh lubang dan mendaki (setelah Buntu, parah bener jalanannya,,,tanjakannya sih ga masalah,,,lubang+jalanan yang ga rata iru bikin senewen,, dah berasa naik kuda aj,,, sampe boncenger pada bilang kaya suruh lari-lari,,, :ngakak: ) akhirnya kami sampai di Sokaraja,lokasi penjemputan oleh rekan-rekan Spinner Purwokerto dan lokasi perpisahan dengan rekan-rekan pengguna Mio... Sampai jumpa bro,,, Maturnuwun atas bantuannya,, :shakehand:
Lanjut menuju lokasi kongkow rekan-rekan Spinner Purwokerto. Istirahat sebentar lalu lanjut ke Baturraden. Sampai di Baturaden... :horay:
Acara selanjutnya.. Terserah.. ngobrol-ngobrol,,, mlaku-mlaku,,, tidur,,, ato mau mampir ke gang sebelah,,, :ngakak: Tinggal pilih..

oia, rider-rider Mio yang bareng kami latah semua bro,,, luamyan bisa buat hiburan,, :ngakak: :piss: bro... parah bener tu latahnya.. pada sampe lepas setang kalo diklakson panjang.. bahaya kagak tu???

bu bye,,,

Jumat, 14 Mei 2010

Bondan Prakoso N Fade 2 Black – Ya Sudahlah

Bond:
Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

*reff:
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY

Santoz:
yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan

Lezz:
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada

titz:
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang

Bond:
Sempat kau berharap keramahan cinta,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum berakhir

back to *reff

F2B:
satukan langkah..langkah yg beriring!
genggam hati, rangkul emosi!

Bond:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita

F2B:
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea

Bond:
peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)

F2B:
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)

satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..

back to *reff 3x

Kamis, 01 April 2010

skydrive community yogyakarta (SDC JOGJA)

From Cyber Become Brother……


SkyDriver Community Jogja(SDC-J) sudah sudah ada sejak November 2009 dan berdiri sendiri dari 14Februari 2010.
SDC-J adalah sebuah komunitas sepeda motor khusus Skydrive 125 CC. Sekali lagi dasar dari SDC adalah komunitas sepeda motor yang beranggotakan penunggang sepeda motor type matic or any customs skydriver berkapasitas 125 CC 4 langkah.

Namun dalam rangka eksistensi kepada komunitas eksternal maka dilakukan new positioning yang diambil dari masukan2 dan pengalaman komunitas/klub sepeda motor lain.

Kami SDC-J sangat terbuka sekali kepada pengguna sepeda motor Suzuki SkyDriver 125 CC yang belum punya komunitas/club…komunitas ini dikhususkan daerah Yogyakarta dan bilamana ada Skydriver dari luar kota Jogja boleh saja bergabung.




SkyDrive Community Jogja bersifat solid, kompak dan kekeluargaan, ciri khas kami bukan kekerasan, kita sama2 hobi dalam motor matic SkyDrive, kami tidak membeda2 bedakan…

KITA SEMUA ADALAH SAUDARA.

CP :
Ayuk D : 02746689406
Dapid : 08995084998
Arif : 085729636455

Satu2nya Komunitas SkyDriver yang ada di wilayah Yogyakarta. “Nothing Else”.. kalau adapun yang lain its not us!!!! keep up!!!



link FB :

http://www.facebook.com/group.php?gi...d=318821185326

Minggu, 20 Desember 2009

itung-itungan biaya ke Dieng yuk :)

 balapan bus, gak mau kalah sma motoGP :D

senja di Waduk Wadaslintang

narsis di Gapura Dieng Plateau

Setelah sebelumnya posting report tentang perjalanan ke Dieng sekarang report kedua dari perjalanan ke Dieng kita coba bahas tentang konsumsi bahan bakar motor dan biaya yang kita keluarkan ketika jalan-jalan ke Dieng, buat kira-kira butuh dana berapa kalo mau kesana tik-tok,,
Motor yang kita pakai kemarin adalah Honda Supra X (Arief H), Honda Absolute Revo (Kucluk), Suzuki Spin (Akhmad), dan Suzuki Skydrive (saya).. Sebenarnya awalnya saya berharap  Ari juga bawa Honda Beat biar tahu seberapa beda antara matic Honda sama matic Suzuki.

Berangkat dari Prembun semua motor di isi fulltank di pom bensin Rami. Jarak dari Prembun ke Wonosobo berapa kilometer kurang bisa saya patikan tapi jika dilihat dari jumlah bensin yang berkurang di motor saya pribadi sepertinya sekitar 70km karena di Wonosobo duo matic Suzuki sudah kehilangan bensin setengah tanki. Di Wonosobo kami putuskan untuk mengisi penuh kembali duo matic dan habis uang rp9000.

Perjalanan kami lanjutkan menuju daerah Wonosobo yang lebih menanjak dari sebelumnya. Berdasarkan papan penunjuk jalan, jarak Wonosobo sampai Dieng seharusnya hanya sekitar 26km, jadi sampai di sana kami tidak perlu isi bensin untuk berkeliling karena bensin diperkirakan masih mencukupi.

Setelah cukup pusing berkeliling dan memutuskan untuk pulang, kami memutuskan untuk mengisi bensin kembali di pom bensin dekat pintu masuk candi. Duo matic Suzuki kembali mengisi bensin kurang dari rp8000 yang artinya baru habis setengah tanki tapi koq rasanya kita belum jalan sejauh itu ya? Akan tetapi entahlah, karena memang awalnya tidak ada tujuan untuk menghitung konsumsi bensin tiap-tiap motor jadi kami kurang perhatian dengan hal itu. Yang bener-bener membuat saya kaget adalah pengisian bensin Absolute Revo yang hanya rp11000.. Walaupun emang sebenarnya cuma beda satu liter dari duo matic tapi koq jadi berasa irit banget ya???hehehe Yang terakhir adalah pengisian Supra X, tidak diisi full tetapi hanya diisi sebesar rp5000.

Turun gununglah setelah itu,,tadinya saya pikir sampe Wonosobo pasti akan minta isi lagi ni duo matic,, ternyata tidak dan indikator penunjuk bensin hanya bergerak sedikit dari posisi full. Mungkin karna jalanan yang terus menurun ya? jadi tidak perlu betot-betot gas udah bisa jalan,,,

Lanjut balik ke Prembun melewati rute Wonosobo-Wadaslintang. Lagi-lagi jalanan yang dilalui penuh dengan turunan dengan ada sedikit tanjakan, tidak seperti dari Dieng Wonosobo yang boleh dibilang hanya turunan atau jalan datar yang ditemui. Sampai di Prembun, indikator bensin duo matic menunjukkan bahwa bensin telah berkurang setengah tanki atau sekitar 2 liter. Tapi mangstabnya adalah pada Absolute revo, indikator ga jauh-jauh dari full.. MANGSTAB!!!

Berikutnya HTM area wisata di daerah Dieng,, Sesuai dengan report sebelumnya, area yang telah kami datangi adalah Kawah Sikidang, dan candi-candi kecil di sekitarnya dengan satu tiket masuk senilai rp6000 dan parkir untuk sekali parkir adalah rp2000, harga tiket masuk untuk museum adalah rp2000. Jadi untuk area tersebut membutuhkan biaya sekitar rp16000. Untuk Telaga Cebong tidak dipungut biaya,,
sedangkan Telaga Warna, air terjun, Kawah Sileri, dan objek yang lain kita anggap saja dengan HTM sekitar rp5000 per area, karena kami tidak sempat mampir ke sana. Next time harus menyempatkan mampir ni. :)

Biaya makan siang di sekitar pasar dekat pertigaan yang ada peta Dieng adalah rp6500 dengan sajian nasi anget, 3 macam sayur, ikan bandeng, gorangan, teh anget. Dan makan malam, kita anggap sudah sampai rumah dan makan dirumah.

Dengan perhitungan seperti di atas sebenarnya jika kita menggunakan motor matic dari Prembun/Kutowinangun kita tidak butuh dana yang terlalu besar untuk jalan-jalan ke Dieng apalagi untuk yang memang benar-benar hanya ingin menikmati perjalanan, cukup uang bensin rp15000 sebelum berangkat trus rp9000 di Wonosobo, sebenarnya untuk pulang tidak diisi lagi pun cukup sampai, tapi untuk lebih tenangnya siapkan uang lebih rp8000. Dan kalo ingin masuk ke salah satu tempat wisata, telaga atau yang lain siapkan uang lebih rp10000 lagi. Setelah dihitung tidak sampai rp50000 sudah bisa jalan-jalan ke Dieng... MANGSTAB!!!
Kalau menggunakan motor yang seirit Abs revo di atas kita cukup sedia uang rp20000.. :thumbup:
Kalo ada uang rp50000 sudah termasuk sama makan,,,wakakakakaka

Mungkin untuk orang yang kurang bisa menikmati naik motor dan sekedar ingin tahu seperti apa siapkan saja rp300000 saya rasa cukup untuk menginap berdua dan makan,,,

Hanya saja saya pribadi kalau mau jalan-jalan rasanya kurang tenang kalau membawa uang hanya pas-pasan, jadi saran saya bawalah rp200000 ato rp300000 biar ayem ini ati...:)
Dan,,, Menurut saya enakan pake matic daripada pake bebek manual...:) blum tau kalo pake motor sport.. karna tinggal betot gas aja dan ga perlu sesuain gear postion yang pas buat nanjak kaya bebek sekarang.. matic??? :thumbup:
Matic dalam pembandingan konsumsi bensin seperti yang telah saya tuliskan di atas, adalah matic Suzuki,, kalo katanya perbandingan penggunaan bensin antara matic-matic yang ada dari yang paling irit ke boros adalah:

1. matic Honda
2. matic Suzuki
3. matic Yamaha

Mungkin ini yang bisa saya cerita tentang biaya jalan-jalan ke Dieng.. :)
Anda tertarik??? MANGSTAB!!! :thumbup:

thanks buat  Akhmad, Anjan,  Ari, Arief W dan Arief H, Kucluk,,, :shakehand:

 bahan bakar yang kami gunakan di sini adalah:
1. Spin, duo AHM --> premium murni
2. SkyDrive --> premium+benzobak/petroltank


First Touring to Dieng Plateau Area

 
 narsis

Long weekend pertama bulan Desember memasuki hari terakhir tapi malah makin GeJe dan KeRe ya, wakakakaka,, Daripada makin GeJe, mending sedikit menulis report "touring" ke Dieng, Kamis, 17 desember 2009. Touring atau sekedar jalan-jalan ya? terserah masing-masing pihak yang menafsirkan, tapi saya lebih menikmati perjalannnya di trek naik turun daripada tempat wisata berupa sendang dan kawah-kawahnya. Terutama jalanan ketika turun.. MANGSTAB!!! bisa sedikit mengasah keahlian bawa motor dan meluapkan adrenaline,,, sempat nyesel juga bawa boncenger,,hehehe

Perjalanan yang awalnya direncanakan berangkat jam 7.00 wib tertunda sampai jam 8.30 wib karena berbagai sebab. (maklumlah oprang Jawa,,,hehehe maaf kepada masRotiq Anwari yang ga jadi ikutan karena awalnya saya sudah menolak permintaan mengundur waktu jadi jam 8,,,xixi). Sebelum berangkat kita putuskan untuk melalui jalur Kutoarjo - Wonosobo karena takut sebagian motor tidak kuat melewati jalur Wadaslintang - Wonosobo yang (katanya) terjal. Beberapa kali kami bertanya arah pada orang daerah yang dilewati karena memang kami belum pernah melalui jalur tersebut, bahkan belum ada yang pernah ke Dieng sebelumnya,,,hehehe :malu. Setelah menempuh jarak 40 km dari awal kita start bareng-bareng , tepatnya di pertigaan Kepil, kami istirahat sembari cari tahu jalan ke Wonosobo itu belok kanan ap kiri,hehehe

Lanjut rolling lagi menuju Dieng, jalanan lancar sampe Wonosobo. Di Wonosobo kami cari-cari petunjuk jalan ke Dieng sambil cari-cari pom bensin, karena pasukan matic termasuk saya sudah mulai dihantui rasa takut kalo-kalo kehabisan sampe Dieng nanti yang katanya tinggal 26 km dan tanki kami masih setengah full yang artinya cukup untuk +/- 70km.. Lanjut dari Wonosobo-Dieng, motor mas Arief Hardo tidak kuat menanjak sambil bawa boncenger dan akhirnya kita mas Arief W pindah bareng mas Kucluk. Perjalanan lanjut terus dengan saya dibelakang jagain mas Arief H kalo-kalo ada apa-apa karena motornya dah bau kaya kebakar. Di jalan akhirnya kita putuskan mas Arief H n mas Kucluk di depan sedangkan saya+mas Anjan dan mas Akhmad+mas Ari ngawal dibelakang masing-masing satu motor.

Masuk daerah Dieng Pass saya dan mas Akhmad memutuskan berhenti untuk menikmati pemandangan dan sedikit foto-foto. Pemandaangan yang MANGSTAB!! Kalau hanya dibandingkan dengan puncak masih menang deh,hehe Lanjut Gan! Kita kejar duo Arief yang ternyata sudah menunggu di Gapura Dieng Plateau Area, berhenti lagi buat photo-photo ( maklum baru pertama ke Dieng,,jadi buat bukti jkalo dah ke Dieng,,,:P).

Kelar photo-photo lanjut lagi, next istirahat di deket pertigaan yang ada peta area wisata Dieng untuk sholat, maksi, dan memutuskan mw jalan kemana dulu kita. Maksi murmer euy.. cuma rp6500 dah dapat nasi dengan tiga sayur dan ikan bandeng, teh anget, gorengan,, MANGSTAB!! Cukup menghangatkan badan kita dari hawa dingin yang mulai merasuki tubuh yang walaupun sudah pake jaket, windvest, dan sarung tangan. Kita putuskan untuk jalan ke kiri a.k.a sisi selatan dengan tujuan Telaga Warna. Telaga Warna delay, jalan lanjut ke Telaga Cebong dengan melewati area pembangkit listrik dan area perumahan warga. Diluar perkiraan saya ternyata warganya tajir-tajir, tiap rumah ada mobil digarasi,,, MANGSTAB!!! Warganya pada pake sarung semua kalo keluar rumah dan mukanya itu yang membuat saya kaget seperti ndak pernah mandi,,ck,,ck,,ck,, Jalanan kesana mangstab, ada sebagian jalanan memananjak yang aspalnya sudah hancur jadi malah keliatan cuma batu-batu. Seperti sebelumnya posisi saya dibelakang sendiri ngawal dua motornya *HM yang kurang mampu melalui tanjakan. Tepat seperti dugaan saya, ketika menuju tempat melihat sun rise yang bener-bener nanjak dan proses pavingisasi Abs Revo+boncenger tidak kuat lenjut dan saya memutuskan menemani disana sedangkan mas Arief dengan Supra X-nya dan mas Akhmad+Ari dengan Suzuki Spin lanjut ke arah sun rise.. Tapi pada akhirnya mereka pun menyerah dan kembali ke posisi kami menunggu karena masi berpikir dengan keadaan motor dan kami ndak membawa perbekalan+peralatan cukup untuk perbaikan motor.

Kawah Sikidang dan candi-candi jadi tujuan selanjutnya, dengan HTM rp6000 kita bisa ngliat Candi Gatutkaca, Arjuna, dan Bima. Kawah Sikidang jadi satu-satunya kawah yang kita singgahi hari itu. Pemandangannya bagus :thumbup: cuma bau belerangnya yang ga nahan,hehehe Candi-candi yang jadi tujuan selanjutnya jujur mengecewakan kami karena hanya candi-candi keccil yang belum selesai dipugar, jadi akhirnya kita cuma lewat dan menuju Pom Bensin terdekat karena motor dah haus,hehehe
Niat selanjutnya adalah ke Telaga Warna tapi berhubung ternyata sampai di sana harus bayar HTM lagi senilai rp2000 dan ternyata waktu dah sore sekitar jam 15.00 jadi kita putuskan turun.

Niat awal kita mau turun lewat daerah Banjarnegara tapi berhubung dah sore dan kita tidak mau buang-buang bensin+pulang kemalaman jadi kita putuskan pulang lewat Wonosobo lagi.
Nah ini nih yang ditunggu, jalur turunan dari Dieng ke Wonosobo... :thumbup: jalan liku-liku yang menurun memanjakan adrenaline. Kalau bawa motor sendiri mah enak tenan itu tapi berhubung kita bawa boncenger jadi tetep menahan diri. Kasian boncengernya kalo kita tetep nekad, dianya udah protes beberapa kali dan saya juga agak kaget karena sekali hampir nubruk truk :D
 

Ada tempat yang mesti sabar karena ad perbaikan jalan jadi kita mesti lewat jembatan dan jalan satu persatu lewat jembatan kayu yang tidak rata dan cukup tidak mengenakkan terutama untuk pasukan matic yang menggunakan velg ring 14". Jalur pertama yang memanjakan berakhir di kota Wonosobo. Kita singgah di Masjid Jami' Wonosobo untuk sholat ashar. Tidak dinyana di sana kita ketemu mas Bambang (temen kuliah di STAN). Sholat, istirahat, ngobrol-ngobrol tanpa terasa waktu menunjukan pukul 16.30wib dan kita putuskan lanjut pulang melewati jalur Wonosobo-Wadaslintang-Prembun.

*perutdahkenyanglanjutnulisreportlagi*

Jalanan dari arah Wonosobo sampai Wadaslintang tidak kalah menyegarkan dari jalur Dieng-Wonosobo. Bahkan boleh dibilang lebih menyenangkan karna jalur ini jarang mobi dan kendaraan umum. Jalur kelok-kelok nan menyegarkan, hanya saja harus lebih berhati-hati juga karena cukup banyak belokan agak berpasir, dan keadaan jalan yang tidak terlalu halus dibeberapa bagian. Tapi overall mangstab buat memanjakan adrenaline. Tiga motor tetep jalan dengan bahagia kecuali motor mas Kucluk karna masih inreyen *soft break in*. Diikuti beberapa motor yang juga turun dari Wonosobo.

Sampai dekat waduk kami putuskan untuk mampir dan menikmati suasana senja di sana, rasanya nyaman, duduk-duduk, sambil makan kurma, dan ngobrol-ngobrol walopun ga lebih dari 30menit kita berhenti dsitu tapi terasa damai banget memandang suasana waduk disore hari.

Maghrib datang perjalanan kita lanjutkan sambil mencari masjid untuk sholat maghrib. Didekat daerah SMA Negeri Prembun kita nemuin masjid untuk sholat. Selesai sholat kita ke kota Prembun dan makan di angkringan tepat di ujung pertigaan Wadaslintang, di sebelah pos polisi. Dan selesai touring hari itu,,, :)

Masih banyak area wisata di Dieng yang belum sempat kami singgahi, dan itu membuat saya pribadi ingin kembali ke sana untuk menikmati jalanan yang MANGSTAB!!! dan menikmati tempat-tempat wisata yang kearin belum sempat disinggahi.
Saran saya kalo emang mau ke Dieng :
mending bawa motor sendiri-sendiri so semua bisa menikmati jalanan yang ada dan ga perlu menyiksa mmotor saat jalur naik;
perkirakan waktu perjalanan,, kalo perlu mah nginep,,,hehehe Tapi ini butuh dana lebih,,, Mendingan perkirakan jam berangkat dan kecepatan di jalan karna kemarin terlalu lamabat saat berangkat;
tentuin tempat-tempat yang mw kita datangi, karna kalo dalam waktu sehari sepertinya ga akan selesai semua...;

Ada yang mau ke Dieng lagi???kapan??hayuk... yuk...hehehe


Minggu, 04 Oktober 2009

LittLe TurtLe #2



iseng ah nulis sambil nonton gp 250cc dtipi,,

sedikit review my LittLe TurtLe squiddy 125 setelah sebulan dya ngandang d garasi rumah..

handling+kenyamanan

lumayanlah,, bagus,, jadi lebih suka nikung rebah setelah selama ini pake shogun 125 '45 yang dah mulai ngegeol kalo buat belok rebah,, STABIL bos... :thumbup:
buat lari agak kencen bangsa 80-90 kmph masih nyaman,,tapi blum pernah nyoba rebah 90 kmph pake matic,, blum brani,,, :malu:
Sayangnya kestabilan ini agak sedikit mengorbankan kenyamanan.. kalo buat lewat jalan bumpi,, kurang nyaman,, shocbreakernya agak keras,,,

konsumsi bensin

standar maticlah,, 30-40 kmpl.. untuk penggunaan standar saya.. 60-90 kmph suka betot-betot gas,,,
rekor paling irit yang pernah saya lalui 50 kmpl :thumbup: irit banged g tuh??matic bung,, tapi pake PERTAMAX dan jalan stationer 40 kmph.. hehehe MASIH LEBIH REAL DARI PADA IKLAN BEAT 1:73 kmpl

"SIMONCELLI MENANG BUNG" :D

performa

masih blum biasa ngeraba grip matic jadi berasa lemod,, g kaya motor bergigi,,,hehe
tapi lumayanlah,,,

sementara tu aj dulu X ye,, dah maghrib,,,

next project --> upgrade performance...