Rabu, 21 Desember 2011

RR - Jalan Santai ke Curug Cikondang

Bismillah :)
Report jalan-jalan kali ini bertajuk, riding santai yang (sedikit) maksa :D maksa karena awalnya berencana untuk ikut riding keTawangmangu buat kenalan sama suhu-suhu Nusantaride tapi gagal karena gak yakin sama kemampuan riding dari Jakarta - Tawangmangu (PP) sedangkan niat buat ikut dari Kebumen – Tawangmangu ternyata eh ternyata kehabisan tiket kereta. :( Rencana riding balas dendam ke Bandung dan Sukabumi saat natal terganjal belum ada teman dan rencana pulang kampung yang diniatkan ketika Tahun Baru tetapi ndak kebagian tiket adanya tiket Natal. Disyukuri sahaja karena banyak yang ngejar-ngejar itu tiket Natal dan gak dapat ,hahaha :D

Pikir punya pikir akhirnya awal Minggu maksain diri buat bikin rencan jalan-jalan. Rencana awal pengin tik tok ke Curug Malela. Observasi via internet sudah dilaksanakan tapi apa daya keesokan harinya ini badan malah ngedrop :(  Sempat kepikiran untuk ngebatalin rencana jalan-jalan kali ini tapi keinginan udah diubun-ubun.  Hari Jumat akhirnya buka-buka artikel riding report dari para suhu salah satu forum dan artikel salah satu blogger yang terkenal sebagai tukang riding dan pelatih safety riding, nemu juga tujuan yang hamper mirip dengan Curug Malela tetapi relatif lebih dekat , Curug Cikondang :)

kebun teh Panyairan


Sabtu, 17 Desember 2011
Bangun pagi-pagi, siapin barang bawaan, mandi, sholat subuh, ngacir … :) Sekitar pukul 05.19 berangkat. Rute dipilih adalah Bintaro – Parung – Bogor kota – Puncak – Cianjur – Cibeber – Curug Cikondang. Suasana riding pagi masih cukup sepi kecuali setelah memasuki wilayah Bogor. Terkenalnya Bogor dengan kota angkotnya tetap terjaga, macet, menjadi trade mark :D

Suasana jalanan dari Bogor menuju Puncak sudah mulai macet tetapi setelah memasuki Puncak raya jalana masih cukup lengang kita masih bisa menikmati suasana pagi khas pegunungan. Semenjak memasuki Puncak raya ini perut sudah mulai nagih jatah makan, akhirnya sekitar pukul 07.00 makan bubur pinggir jalan akhirnya jadi opsi . :) *lama banget ya Bintaro – Puncak aja 2 jam :P
Prosesi sarapan pagi selesai, tujuan selanjutnya Puncak Pass, sedikit foto-foto dan mengenang pertama kali menginjakkan kaki di Puncak Pass. Lanjut tujuan berikutnya Cianjur :)

Puncak Pass

Setelah sekali berhenti disalah satu pom bensin di Cipanas demi “nature call” sampailah di Kota Cianjur. Buta arah setelah masuk kota Cianjur maka diputuskan untuk mengaktifkan GPS Superspring, koordinat tujuan dimasukkan saatnya melucur. Tapi apa daya ada seikit kesalahan dengan GPS, ketika diluar aplikasi GPS sinyal mantap tetapi setelah memasuki aplikasi navitel sinyal menjadi kosong. “GlobalPitakonanSistem” jadi pilihan setelah bertanya dengan bahasa Indonesia dan dijawab menggunakan bahasa setemapat (ngomong opo yo pa’e) dengans edikit berasumsi akhirnya perjalanan dilanjut menuju arah Sukabumi.  Ada seikit kekurangyakinan (halah boso opo iki)akhirnya mampir ke salah satu pom bensin untuk mampir “bayar utang” harian sama Alloh SWT dan bertanya kepada penjaga pom bensin ternyata arah sudah benar dan masih cukup jauh katanya.  Lanjut gan,,, :)


Akhirnya petunjuk arah menuju Situs Megalitik Gunung Padang terlihat, teringat salah satu RR di POL bahwa arah masuk ke Curug Cikondang adalah searah dengan jalur menuju Gunung Padang, maka “GPS” kembali diaktifkan dan ternyat udah sedikit terlewat 200m dan benar arah menuju Curug Cikondang adalah sama dengan arah menuju Gunung Padang, katanya ngikutin jalan saja. Setelah beberapa kali bertanya dan beberapa kali hampir jatuh oleh bekas aspal berbatu dan bercampur tanah akhirnya sampai di Curug Cikondang. 

Tanya-tanya dan ngobrol dengan penduduk di depan pintu masuk ternyata motor gak bisa masuk dan harus dititip. Akhirnya nitip motor dan sekalian peralatan lenong biar jalan ke curug bisa enteng, dan ternyata pembayaran tiket dilakukan disitu juga (tiket seharga rp3000,-)
Perjalanan menuju curug hanya sekitar 10 menit. Saatnya menikmati pijatan dari air terjun, dan berhubung Cuma kesana sendiri dan saat itu gak ada pengunjung lain jadi lakuin hal-hal yang wajar saja :D

curug cikondang

Hari mulai siang dan pengunjung mulai berdatangan, akhirnya memuaskan diri bermain air dan foto-foto, saatnya kembali ke peraduan di Jakarta. Ganti baju, bayar penitipan motor dan kamar mandi rp5000. Ngacirrr menikmati jalanan berbatu lagi :)
Sempat mampir sholat dhuhur di Cibeber, memasuki daerah puncak gerimis melanda sempat berhenti sekali  dan diputuskan lanjut sampai ke Masjid Atta’wun, Puncak untuk sholat ashar dan makan siang (ini makan siang apa sore si?) sembari menunggu cuaca lebih bersahabat.

 Masjid Atta'awun, Puncak

Kenyang lanjut menuruni Puncak Raya yang identik dengan kemacetan dan buka tutup jalan setiap weekend tapi mongstor mah lancar pelan tapi pasti :) Kemacetan terus berlanjut sampai maghrib tiba di daerah Parung. Menepi di sebuah masjid untuk ibadah dan lanjut menikmati kemacetan+perbaikan jalan sampai daerah Bintaro.


trip meter cuma nambah segini :(

Alhamdulillah sekitar pukul 07.45 sampailah di kos, daerah belakang Kampus STAN dengan selamat. Perjalanan sepanjang 280km kali ini diwarnai dengan beberapa kejadian “hampir” terlibat kecelakaan  tetapi Alhamdulillah Alloh SWT masih melindungi hambanya ini. :) Semua kejadian tersebut perlu dijadikan pembelajaran agar kita makin berhati-hati dalam berkendara :)

See you next trip… :)

Kamis, 27 Oktober 2011

RR - road to Sukabumi with pamakja #2

Segarnya Sukabumi pagi itu (Minggu, 16 Oktober 2011) :)



Hari kedua jalan-jalan telah datang tapi kami semua masih sibuk dengan kenyaman tidur masing-masing :D Semua baru tersadar setelah sang tuan rumah, febri doanx, bersiap untuk menjemput tyas yang menginap di tempat mbak titin. Beberapa saat mereka datang dengan disertai beberapa cemilan untuk sarapan dan beberes kami pun telah selesai. Ready to go,, :)
 
Tujuan pertama Pelabuhan Ratu, menuju sisi pantai dari Sukabumi. Kamipun berangkat dengan posisi riding yang berubah-berubah tetapi tetap febri doanx sebagai RC dan saya sebagai sweeper. Sepanjang perjalanan semat ada sedikt insiden,  amad+ari hamper saja terserempet bus saat mereka menyalip. Kronologis kejadian saat itu febri doanx, iwan+wati sudah menyalip dan agak jauh dari kami. Ketika hendak menyalip bus yang agak memelankan diri tiba-tiba bus membanting setir ke arah kanan tanpa menyalakan lampu sein, berakibat amad+ari terkaget dan harus turun dari aspal. Alhamdulillah semua terkendali dan kami dapat melanjutkan perjalanan. Usut punya usut ternyata sang bus membanting setir karena di depannya ada angkot yang mendadak berhenti.

Welcome to Pelabuhan Ratu :)




Hal pertama yang wajib dilakukan setelah foto-foto adalah mari kita sarapan. :)
Pelabuhan Ratu cukup lanjut ke Cisolok yang kata febri doanx lebih bagus daripada Pelabuhan Ratu. Dalam perjalanan menuju Cisolok ada satu pantai yang menyesal banget gak saya abadikan :(  mudah-mudahan bisa ke sana lagi, amin…




Minum kelapa muda di Cisolok selesai, agenda selanjutnya mari kita kembalu ke Jakarta (ops, tangerang si,hehe). Wait,,,wait,,, waktu hamper menjelang dhuhur, sepertinya lebih baik menuju Pelabuhan Ratu istirahat dan sholat baru lanjut ke Jakarta. Di salah satu tempat (lupa namanya) saya, amad+ari, iwan+tyas berpisah dengan febri doanx karena dia harus kembali ke Sukabumi dan kami kembali menuju Jakarta. Terima kasih sangat mas bro sudah meluangkan waktu untuk menjamu dan mengajak kami berkeliling Sukabumi, suatu saat kami akan kembali, insyaAlloh.. :)



Perjalanan menuju Jakarta seperti biasa karena ini adalah hari Minggu dan orang-orang kembali menuju Jakarta setelah liburan selama 2 hari, tentu macet. (Jakarta pindahan gan,hehe) Sempat istirahat dan makan siang yang cenderung sore setelah sholat ashar di KFC Bogor untuk kemudian berpisah, amad+ari menuju Jakarta (the real Jakarta) sedangkan saya, iwan+tyas menuju Bintaro.
Akhirnya sekitar pukul 18.15WIB saya sampai Bintaro, sedangkan iwan+tyas sampai Bintaro menjelang isya.

Terima kasih kepada:
1.       
1. Alloh SWT atas kesehatan, kesempatan, dan kelancaran dalam perjalan kali ini..
2. Mas cundink, febri doanx, dan para penghuni mess sukabumi atas jamuannya,
3. Mbak titin yang sudah menemani kami ke Curug Sawer dan memberikan tumpangan menginap untuk tyas.

See you next trip mas bro mbak.. :)

RR - road to Sukabumi with pamakja #1


Sabtu, 15 Oktober 2011 akhirnya datang juga. Waktu yang ditunggu setelah selama ini merencanakan buat jalan-jalan keluar dari Jakarta & Tangerang, walaupun akhirnya kembali ke Sukabumi. :)
Setelah sholat subuh segera menyiapkan #red.AG untuk meluncur ke tempat janjian di sekitaran Terminal Baranangsiang.  Setelah ready meluncurlah menuju Bogor tapi ternyata baru sampe di daerah Ciputat sudah terhadang oleh rombongan HD buanyak puol (sepertinya mau menuju acara Harley Davidson di Bandung, CMIIW) dan sepertinya bakal telat sampai di tikum yang rencananya pukul 06.00WIB. Sesampai daerah sekitaran terminal ternyata masih belum ada tanda-tanda anak-anak Pamakja, coba hubungi satu persatu ternyata iwan+tyas malah sudah ada di pom bensin Tajur sedangkan ahmad+ari masih di jalan. Akhirnya diputuskan tikum dipindahkan ke pom bensin Tajur.
Sekitar pukul 06.30WIB akhirnya peserta yang cuma 3 motor 5 orang telah hadir semua. Rencana selanjutnya adalah menuju Sukabumi tapi diinterupsi dengan sarapan ditukang bubur terdekat. :D Selesai "nyabu" perjalanan sebenarnya menuju Sukabumi dilanjutkan dengan posisi awal adalah amad+ari dengan jupiter z di depan, kemudian iwan+tyas mengikuti, dan saya bersama #red.AG menjadi penutup.


Sampai di Sukabumi entah jam berapa, kami semua disambut dengan ramah oleh rekan Pamakja yang dapat gawe di Sukabumi, mas cundink+febri doanx. Acara pertama so pasti speak-speak, ngemil, minum sambil ngelurusin punggung dan istirahat sembari menunggu mbak titin yang rencananya akan ikut menemani agenda kami di hari pertama yakni menuju Curug Sawer dan makan surabi.
Mari kita lanjutkan ke agenda selanjutnya setelah beristirahat karena Curug Sawer sudah menanti dan badan ini sudah ingin merasakan kesegaran suasana di curug. :) Sesampainya di Curug Sawer motor diparkir dan kita berjalan sekitar 1-2 km untuk menuju curug, dan sebelum sampai curug kita sempatkan memesan nasi liwet untuk makan siang nanti seturun dari curug.





Acara rendam-rendaman dan makan siang di curug selesai . Tujuan selanjutnya adalah Surabi [apanamanya]  yang katanya ada surabi dengan berbagai macam rasa.


Kembali menuju mess dan saatnya istirahat sebelum makan malam. Namun sangat disayangkan ketika kita hendak keluar makan malam iwan dalam keadaan kurang sehat dan tidak bisa ikut. Akhirnya agenda malam ini diputuskan hanya sekedar makan malam di warung sop biar hangat,  dan membeli oleh-oleh (moaci lampion,hehe). Suasana malam Sukabumi yang sejatinya sudah cuup ramai dengan tongkrongan para biker, malam itu makin diramaikan dengan adanya acara konser Mahadewi.
Jalan-jalan hari pertama telah usai saatny merebahkan badan dan kembali mengumpulkan tenaga untuk menjalani hari kedua. See you.. :)

Rabu, 07 September 2011

RR - Jogja with red.AG

Alhamdulillah setelah beberapa  kali main bujuk membujuk dan tabung menabung akhirnya bisa ngandang juga satu partner dengan tangki bahan bakar di depan. :) Sebulan berlalu dan masa inreyen red.AG (nama panggilan) justru terselesaikan oleh ayah, maka setelah hari raya Idhul Fitri diputuskan untuk melakukan pendekatan agar semakin kompak *sakjane yo latian numpak motor kopling tangan* dengan red.AG. Rencana awal ingin mengunjungi daerah Wonosari dan pantai-pantainya yang indah tetapi berhubung bangun agak kesiangan akhirnya diputuskan bahwa tujuan awal adalah Pantai Glagah,Kulon Progo, dan tujuan selanjutnya disesuaikan.

Pamitan dengan orang tua selesai langsung meluncur menuju Pantai Glagah melalui jalur selatan-selatan pula Jawa yang ternyata hanya berjarak sekitar 50km dari rumah :D (turah-turah waktu iki mesti)



Berhubung sampai di Pantai Glagah masih lumayan pagi akhirnya menyusuri sepanjang pantai naik red.AG sambil menikmati pemandangan, semilir angin pantai, dan pasti foto-foto.:D











Setelah puas dengan menikmati suasana di Pantai Glagah, walopun tidak masuk secara resmi dan bayar parkir :P.Perjalanan dilanjut ke arah Jogja melalui Bantul sambil berpikir hendak kemana melangkah. Terlihat tulisan petunjuk arah menuju Goa Selarong, tanpa babibu langsung deh lampu sein dan stang mengarah menuju Goa Selarong.


Ketika di Goa Selarong, coba menghubungi om Dapid SDC-Jogja sembari menanyakan keadaan rekan-rekan SDC Jadetabek yang hendak berkunjung ke Jogja. Setelah beberapa kali bersms ria dengan om Dapid, mbak Avit, dan om Agung kami memutuskan untuk bertemu dan bersilaturahmi di kediaman mbak Avit dan om Agung. Ramah-ramah euy,,makasih ya om+tant jamuan makan siangnya :)

Ngobrol dan ngemil tak terasa waktu sudah pukul 16.00, saya dan om Dapid memutuskan untuk bertemu dengan Ipank SOC Jogja dan om Bagus paketu SDC Jogja untuk membicarakan penjemputan terhadap tim dari SDC Jadetabek dan SWAT Bandung. Berhubung setelah dibicarakn ternyata jadwal kedatangan rekan-rekan dari barat sedikit terhambat lalu lintas mudik akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Kebumen. Mohon maaf rekan-rekan karena esok harinya saya ada acara nikahan dan kumpul keluarga. :)

Sekitar pukul 18.40 meluncur menuju Kebumen dan sampai di Kebumen pukul 22.30 sudah termasuk berhenti untuk makan malam di daerah Purworejo selama satu  jam.

Terimakasih kepada Alloh SWT yang telah memberikan kesehatan dan semuanya sehingga perjalanan ini bisa tercapai. Terima kasih kepada orang tua, dan mami yang sudah mengijinkan saya jalan-jalan,,,hehe dan rekan-rekan SDC dan SOC yang sudah mau menemani selama di Jogja. :)

Oia,satu lagi berhubung ini judulnya red.AG, sedikit testi tentangnya adalah motor ini secara pribadi sudah cukup bagi saya saat ini. Hanya sedikit perlu perubahan di beberapa sisi agar lebih sedap dipandang mata, hehe Soal speed dan akselerasi selama saya coba sendirian fine... masih bisalah lari 100kmph *kata speedometer ya* hihi  Handling juga termasuk enteng menurut saya, hanya saja yang saya rasakan ban belakang agak sedikit kurang nyaman. Tapi so far so good lah,, :)

See you next trip :)

Kamis, 14 Juli 2011

Jalur busway, STNK, dan kunci cadangan


Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaaan kejadian dan nama pelaku, itu hanyalah kebetulan belaka,, :D Haiah, berasa bikin cerita novel aja,,hihi Cuma pengin share pengalam dari salah seorang rekan kerja senior di kantor.

Kejadian ini masih lumayan fresh karna baru kejadian kemarin setelah pulang dari kantor. Rekan saya ini ceritanya emang kalo naik motor termasuk level cepatlah, bayangin aja kalo saya berangkat kantor antara jam 06.30 - 06.45 wib dari kosan, rekan saya tersebut sering kali berkebalikan arah dengan saya. Masih mau beli sarapan dulu kali yaks atau entah mau ngapain, saya juga kurang tahu. Jadi ceritanya seperti umumnya pengguna kendaraan di Jakarta yang sudah jengah dengan kemacetan, kalo lihat keadaan jalur busway kosong pasti banyak yang lewat sana kan, entah itu motor atau mobil, bahkan bus selain transjakarta sekalipun (*ini boleh kali ya, kan namanya busway jadi ya bus boleh masuk kan ya,,,wakakaka*)

Menurut penuturan yang bersangkutan mulai masuk jalur busway  keadaan seperti biasa, malah cenderung lebih lengang katanya. Saat itu dia bilang sedang dalam keadaan sedikit ngantuk jadi kurang memperhatikan keadaan di depan, yang dia tahu  seperti biasalah beberapa pengguna jalan naik turun separator busway.  Tanpa merasa curiga dia tetap dengan tenangnya melenggang di jalur busway karena masih banyak pengguna jalan di depan sana yang sedang berhenti di dekat lampu merah. Tak dinyana setelah dekat dengan lampu merah ternyata para pengendara yang sedari tadi dia lihat berkerumun di dekat lampu merah sedang diberhentikan oleh Polantas,,,wakakak,, Alhasil dia juga ikut kena deh,,, Tanpa basa-basi Pak Pol langsung mengambil kunci motor rekan saya tersebut sambil mengajak bicara dan menanyakan keberadaan SIM dan STNK. Kebetulan saat itu dia sedang tidak membawa SIM dan STNK  memang dalam keadaan hilang. Seperti biasa akhirnya rekan saya tersebut disuruh ke pinggir dan berjalan menuju Pos Polisi untuk menunggu Pak Pol yang masih sibuk mengurus pengendara lain.

Sambil menuntun kendaraan ke arah Pos Polisi , dia berpikir "malas banget sampe urusan sama Polisi mesti keluar duit tar" dan akhirnya tercetus ide "kabur ajalah mumpung orangnya gak liat dan masih ngurus motor lain yang banyak banget". AKhirnya rekan saya ini berjalan dengan berusaha terlihat tenang melewati depan Pos Polisi yang ternyata ada Pak Pol lain di sana. Parahnya itu Pak Pol itu bertanya kepada rekan saya kenapa motor dituntun, secara reflek rekan saya menjawab bensin habis, padahal beberapa meter sebelum lokasi dia diberhentikan polisi tadi ada pom bensin,,,wakakaka.. Oleh Pak Pol diberi tahu kalau di seberang ada pom bensi, rekan saya hanya menjawab "mau eceran di depan sana aja Pak..." wakakaka
Pos Pol berhasil dilewati artinya sudah lumayan aman katanya akhirnya dia berhenti di salah satu ruko di sana dan memarkir motornya diantara motor-motor lain yang sedang parkir lalu pulang untuk mengambil kunci cadangan,,,wakakakak Pak Pol cuma untung kunci motor akhirnya,,,wakakaka denger cerita rekan saya ini saya cuma mesam-mesem sambil berpikir cerdas juga ini orang dan ketawa,,,wakakakaka.. tetapi Alhasil hari ini rekann saya itu tidak berani naik motor ke kantor dengan jalur yang sama dan dia memilih untuk jadi boncenger sementara.

Sedikit pesan moral dari cerita ini adalah kalo ketemu Pak Pol percaya diri dan tenang adalah yang terbaik. :hammer
beberapa hal yang sebaiknya dihindari daari cerita ini adalah
1. menggunakan sepeda motor tanpa membawa SIM dan STNK
2. melalui jalur busway, tapi kalo ini jujur secara pribadi saya masih lebih mentoleriri daripada para pengendara sepeda motor yang naik-naik melalui trotoar. Menurut saya, walaupun memang kedua hal tersebut adalah hal yang sama-sama SALAH tetapi ketika seorang pengendara sepeda motor melalui jalur busway maka resiko terberat ada pada diri mereka sendiri. Sementara ketika mereka menggunakan trotoar maka resiko terbesar justru ada pada penguna jalan lain, yakni pejalan kaki.
Akan tetapi akan SANGAT LEBIH BAIK jika kita para pengendara dan pengguna jalan lebih menghargai diri kita sendiri dan pengguna jalan lain, mengetahui dan menjaga hak para pengguna jalan lainnya. :)

Pokoke sg penting keep safety riding... :)

*pict hanya sekedar ilustrasi, sumber dari mbah Google

Selasa, 12 Juli 2011

Spion feat Lampu Sein

Postingan pertama setelah kembali lagi ke blogspot dengan nama baru karena di kantor mau buka wordpres* kurang cepat.
Saya ingin bercerita tentang pengalaman buruk terkait penggunaan Lampu sein dan Spion di kalangan pengguna jalan karena baru tadi sore sepulang dari kantor saya hampir menabrak orang di depan saya karena mereka tiba-tiba berbelok tanpa menyalakan lampu sein, dan MUNGKIN tidak melihat spion terlebih dahulu.
Saya hampir menabrak sebuah motor supra karena sang pengendara tiba-tiba berbelok ke arah Pasar Kreo tanpa memberi tanda. Berawal dari pertigaan Giant Kreo, saya berada di belakang seorang Bapak yang memboncengkan anak kecil dan seorang wanita. Merasa itu Bapak terlalu pelan dan ada di tengah jalan maka saya berinisiatif untuk menyalip. Baru saya mulai bergeser sedikit ke kanan dan mulai menarik gas lebih dalam tiba-tiba sang Bapak bergerak ke arah kanan. Reflek menarik tuas rem depan dan saya hampir terjatuh karena ban depan sempat terpeleset tapi alhamdulillah saya tidak terjatuh dan motor berhenti tepat sebelum menabrak sang Bapak.
Sang Bapak yang tersadar akan kejadian tersebut pun segera berhanti dan melihat ke arah saya sambil berulang-ulang meminta maaf. Berhubung saya sudah mulai mengendarai motor saya menuju arah kos jadi hanya membalas ucapan maaf Sang Bapak dengan lambain tangan sebagai tanda bahwa saya telah memaafkan beliau.
Sempat ada rasa kesal seketika tapi saya harus kembali bersyukur kepada Alloh SWT karena diselamatkan dari kecelakaan tersebut. :)
Semoga lain kali Sang Bapak dan para pengguna jalan lainnya lebih perhatian terhadap penggunaan SPION dan LAMPU SEIN ketika hendak berpindah jalur ataupun berbelok. Pengguna jalan yang ada di sekitar kalian bukanlah Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

keep safety riding

Kamis, 20 Januari 2011

Fwd: [nusantaride] (OOT) libur nasional 2011

---------- Forwarded message ----------
From: "Rully Yogaswara" <rullyyogaswara_deoty@yahoo.com>
Date: Nov 23, 2010 5:18 PM
Subject: [nusantaride] (OOT) libur nasional 2011
To: "NusantaRIDE" <nusantaride@yahoogroups.com>

 
Maap mod, oot banget, barangkali berguna buat nentuin tanggal rally atau realisasi pilot project :).

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2011
Kategori: Berita Nasional(46260 view)
Berdasarkan SKB tiga menteri, Selasa (15/6/2010), daftar libur bersama dan cuti bersama 2011 adalah sebagai berikut:
1JanuariTahun Baru Masehi
3 Februari Tahun Baru Imlek 2562
15 Februari Maulid Nabi Muhammad SAW
5 Maret Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933
22 April Wafat Yesus Kristus
17 Mei Hari Raya Waisak tahun 2555
2 Juni Kenaikan Yesus Kristus
29 Juni Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
17 Agustus hari Kemerdekaan
30-31 Agustus Hari Idul Fitri 1432
6 November Hari Idul Adha
27 November Tahun Baru Islam 1433
25 Desember Natal

Sedangkan cuti bersama Idul Fitri yakni pada 29 Agustus, 1 dan 2 September. Sedangkan 26 Desember cuti bersama Natal. Penetapan ini disahkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Nomor 1 Tahun 2010), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nomor: KEP 110/MEN/VI/2010) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. (dt
Taken from here <http://www.depdagri.go.id/news/2010/06/16/daftar-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-2011>


*mudah2an berguna*




☑ this is not a signature
__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___