Selasa, 14 Februari 2012

RR (kadaluarsa) - Menyentuh Lampung #3

23 Januari 2012

Bangun pagi ni, malu ama Bang Andre,hahaha *pagi koq pukul  06.30wib, eh udah sholat subuh ngebo lagi maksudnya :P Malunya bangun-bangun udah disiapin sarapan nasi goreng, enyak,,,enyak,,enyak,,hihi *makasih Bang Andre* Sarapan, ngobrol, siap-siap badan+motor sekitar pukul 09.00wib meninggalkan rumah Bang Andre menuju Bakauheni, dan kembali mengarungi Selat Sunda pukul 10.54 wib setelah menunggu hampir 30 menit di atas kapal yang terdiam.

Keadaan ombak selama penyeberangan cukup besar, “goyangan” kapal cukup terasa sampai akhirnya membawa korban. Silvester sempat ambruk sampai  2 kali *berdasar info penumpang lain yang melihat+membangunkan Silvester* tetapi kami justru tidak mengetahui prosesi ambruknya Sylvester menimpa red.AG.


Penyeberangan lebih kurang pukul 14.00wib sampailah kami di Pelabuhan Merak dengan oleh-oleh penyok di tanki Silvester sementara red.AG sempat malas untuk kembali mengaum+sedikit aneh dengan stangnya. Cek ricek sebentar akhirnya perjalanan kami lanjutkan sambil mencari makan siang. Diputuskan untuk mampir di McD Ramayana Cilegon.  Setelah perut kenyang, perjalanan kami lanjutkan dengan sekali istirahat di pom bensin *pom bensin mana saya lupa+gak foto udah gak terlalu konsen, pengin pulang dan rebahan. :D* yang jelas orang di sana ramah-ramah, dan obrolannyea bikin capek cukup terhilangkan :)

Memasuki wilayah Serpong menjelang maghrib, dan kami berpisah untuk saya menuju Bintaro. Sekitar pukul 19.00 WIB saya sampai kos dan langsung tergeletak lemas :D

Terima kasih kepada:
1.       
1. Alloh SWT, atas kesehatan, kesempatan, dan kelancaran dalam perjalan kali ini,
2. om Reza, atas ajakan dan bimbingannya,
3. bang Andre, atas keramahannya :)
4. rekan-rekan HTML Depok + HTML Lampung + HTLC, atas sambutan dan keramahannya :)

see you next trip :)
*moga-moga Maret bisa ikut gathering Nusantaride di Danau Ranau

RR (kadaluarsa) - Menyentuh Lampung #2

22 Januari 2012

Guten morgen,,,

Sudah siang sepertinya ketika saya bangun, entah jam berapa,  lupa,,, Pokoknya bangun udah ada nasi goreng+kopi di meja aja,,, Hajar!!!!


Kelar makan keluar villa, subhanalloh,,,, keren mas bro,,,  saatnya turun tanah menuju danau yang pas di depan villa & photo-photo *pinter banget rekan-rekan HTLC milih penginapan* :)  Tak terasa hari mulai beranjak siang, kami pun bersiap untuk kembali menuju Ibu Kota.


Rencana kembali ke Jakarta molor sampai pukul 11.00wib, dan kami ikut bersama rombongan rekan-rekan HTML Klotur 1 yang hendak menuju Bandar Lampung untuk menghadiri talkshow Radio. Rute yang dilalui adalah Danau ranau - Liwa - Fajar Bulan - Bukit Kemuning - Kotabumi - Bandar Jaya - Tegineneng - Natar - Rajabasa - Tanjung Karang. Jalanannya mulus maknyus, berkelok-kelok dan sepi, sayang banyak kerikil.
Selama perjalanan ini Klotur 1 pun terpecah menjadi 2 kelompok setelah melewati daerah Simpang Gadih. Pada gatel liat jalanan mulus sepertinya, wakakaka


Klotur 1, kelompok 2 (Om Henji, Om Ery, Om Deny, Om Reza, dan saya) sempat berisitirahat dan ngobrol-ngobrol bersama bapak-bapak di wilayah Lampung Tengah. Sambil istirahat iseng-iseng liatin motor, eh ternyata bracket patah. Saya dan Om Reza memutuskan untuk mencari tukang las terlebih dahulu dan mempersilahkan rekan-rekan HTML untuk melanjutkan perjalanan terlebih dahulu.


Berjalan sedikit lambat dan bertanya kepada beberapa orang akhirnya ketemu tukang las, bersyukur banget ni karena sebelumnya tempat las kebanyakan tutup dikarenakan sudah sore dan kebetulan itu hari Minggu.  Sambil proses mengelas, ngobrol-ngobrol dan minum kopi  *om reza aja, saya gak doyan :P  Suasana langit sore makin menggelap dipenuhi awan hitam, dan datanglah hujan bertepatan dengan selesainya prosesi ngelasisasi. Rainsuit disiapkan dan kami kembali menuju tujuan berikutnya, Bakauheni.


Sempat terhenti sebelum memasuki wilayah Bandar Lampung untuk cek ulang posisi bracket saya +lampu depan Om Reza yang goyang, ternyata baut base plate kurang pas masangnya. Di pom bensin tempat kami berhenti , kami dibantu mas bro *hadeh saya lupa namanya maaf bro X_X*  asal Bandar Lampung yang baru saja melakukan perjalanan dari Palembang bersama istri tercinta (gini ni yang saya pengin :D ).

Perjalanan kami lanjutkan, sempat berhenti ketika hendak keluar dari Bandar Lampung untuk melepaskan jas hujan karena keadaan sudah reda dan mulai berasa gerah. Sekital pukul 21.00wib kami sampai di wilayah Bakauheni. Om reza coba menghubungi Bang Andre (saya panggil “Bang” deh, kasian nahan-nahan dipanggil “Om”,wakakaka) ternyata diantara kami terjadi miskomunikasi, lokasi Bang Andre menunggu sudah terlewat 20km,hahaha Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke lokasi Bang Andre, ternyata kediaman Bang Andre ada tepat disamping jalan litas :D oia, selama dalam perjalanan dari Bandar Lampung – Bakauheni sempat bertemu satu daerah yangsaya merasa sayah karena banyak orang dipinggir jalan bawa-bawa parang, ternyata saat kami melintas tengah terjadi sedikit ketegangan antar warga. *telah dikonfirmasi oleh Bang Andre bahwa kondisi saat ini sudah kondusif kembali (y)

Agenda utama di kediaman Bang Andre, mengakrabkan diri  a.k.a ngobrol-ngobrol tentang nusantaride, Ranau, lokasi-lokasi cantik disekitaran Lampung, etc *sensored* :D Waktu semakin malam, kami keluar sebentar mencari makan malam karena perut sudah nagih. Akhirnya kami putuskan untuk mohon ijin menginap di rumah Bang Andre mengingat kedaan badan saya yang mulai nagih istirahat, neparisasi sampai pagi,,, Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz  (=|
__

RR (kadaluarsa) - Menyentuh Lampung #1

Berawal dari ajakan Om Reza buat jalan-jalan ke Danau Ranau (katanya mau survey buat acara Gathering Nusantaride) akhirnya tanggal 21 Februari 2012 bersiap menuju Lampung.
__

21 Januari 2012

Janjian dengan Om Reza di Giant Melati Mas Residence sekitar pukul 05.00 wib tapi akhirnya jadi molor sampai  pukul 06.00 wib karena saya bangun kesiangan :D *maaf om :)

Lanjut langsung menuju Merak, jalurnya bener saya gak ngerti cuma ngikutin apa kata GPS-nya Om Reza :D Perjalanan dari Serpong menuju Merak cukup lancar walaupun beberapa kali ketemu dengan kemacetan pasar khas suasana pagi hari, dan ada satu hal yang saya merasa “salut”  pengendara sepeda motor di beberapa daerah yang dilewati menuju arah Merak adalah kelakuan mereka kaya punya nyawa  9. :P


Sekitar pukul 08.50 – kami sampai di Pelabuhan Merak, setalah membayar biaya kapal senilai rp32.500 kami langsung naik ke Kapal Dharma Ferri iX di Dermaga V. Ternyata kapal sedang mengisi bahan bakar proses tunggu menunggu  hampir 1 (satu) jam baru kapal berangkat (X_X) untung ruangan di dalam kapal AC.

 

Setelah selama kurang lebih 2 pukul terombang-ambing di lautan selat Sunda akhirnya pukul 11.45 kami menyentuh tanah Sumatera *akhirnya bisa juga sampai pulau sebelah :P (maklumlah baru pertama :D ). Request pertama kepada Om Reza setelah sampai pelabuhan adalah makan karena dari pagi saya belum sarapan, roti yang sudah dibeli pun gak dibawa, dan di kapal cuma makan pop mie yang mahal ampun. (X_X) Kami makan siang di warung makan bernama “Mbo’ Tumpoex” yang masih berada di sekitaran wilayah Bakauheni (kalo kata ibu-ibu warungnya si daerah Way Apus, CMIIW) – lokasinya di seberang kantor cabang unit pembanti BRI unit Bakauheni). Sambil makan, Om Reza coba menghubungi Om Andre namun beliau sepertinya sedang sibuk dan akhirnya kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung.


Sebelum memasuki Bandar Lampung kami sempat beristirahat di Pom Bensin 24.354.60.24, disana sempat bertemu dengan pengendara motor dari Depok (kalo ndak salah si) yang hendak menuju  Bandar Lampung.
Puas beristirahat dan ngobrol perjalanan kami lanjutkan menuju daerah Bandar Lampung. Perjalanan sampai saat itu lancar jaya, dan jalanan cenderung kosong sehingga saya cukup kewalahan ngejar-ngejar “Silvester” *kata Om Reza masih nyantai*.  Sekitar pukul 16.00 kami mampir di Alfamart A. Yani di daerah Pringsewu untuk melepas dahaga dan melemaskan badan sambil memperkirakan kira-kira pukul brapa kami akan mencapai Danau Ranau.  Tak selang berapa lama perjalanan kami lanjutkan, dan kembali beristirahat di sebuah jembatan di wilayah Tanggamus sambil berfoto ria :)


Rute perjalanan selanjutnya akan memasuki daerah Sedayu dan Kawasan Bukit Barisan yang penuh dengan jalan berkelok tetapi pemandangan yang ada membuat kita terbelalak *jiah,,lama ndak denger kata-kata ini :P * tapi keadaan jalanan dan lobangnya juga maknyus :D

Sekitar waktu maghrib kami sampai di daerah Bengkunat dan memutuskan untuk beristirahat  di salah satu warung yang ternyata di sana sedang beristirahat rekan-rekan dari HTML Depok *sama-sama dari Jakarta ketemunya malah di Lampung* wakakaka,, Om reza sempat melakukan rechecking terhadap motor beliau dan ternyata terjadi sedikit “masalah” di peninggi shock belakang yang lepas dari pegasnya. Masalah ternyata masih bisa diselesaikan oleh Om Reza *tau dah ni kalo saya yang begini, nginep di warung ntu kali :D *

Setelah ritual beberes shock belakang terselesaikan, ngobrol-ngobrol dan ngopi-ngopi bareng rekan-rekan HTML Depok menawarkan untuk melanjutkan perjalanan bersama karena tujuan kami yang sama yakni Danau Ranau.

Lebih kurang pukul 08.00 perjalanan kami lanjutkan mengikuti ritme dan route yang telah direncanakan rekan-rekan HTML Depok.  Beberapa saat riding sampailah kami di pom bensin yang ternyata telah menanti sist Bibin, seorang Lady Biker HTML. Pertama saya pikir yang jemput rombongan suaminya, secara tigernya segedhe gaban+full box, eh ternyata riding sendirian beliaunya. :MATABELO:
Perjalanan lanjut dengan voojrider sist Bibin yang beliau bilang mau pelan-pelan, dan hasilnya saya keteteran ama kecepatan dan lobang-lobang dijalanannya.. *begini dibilang pelan,, :tepokjidat 

Istirahat lagi di kediaman sist Bibin, menikmati makan malam dan segelas teh hangat, sambil bercanda cukup mengembalikan semangat dari kengantukan yang mulai melanda. Kami lanjut diantar ke Liwa… 

Memasuki Liwa rombongan disalip beberapa rider, yang awalnya saya berpikir “kenceng-kenceng” bener ini rider, ternyata eh ternyata mereka rekan-rekan HTLC (Honda Tiger Lambar Community) yang telah menunggu dari siang.  Minuman hangat di Liwa itu berasa macam obor dikegelapan, uenak tenan,, (y)
Lepas bercengkrama bersama dan menghangatkan diri, rekan-rekan HTLC mengantarkan menuju Danau Ranau. Sampai di ranau sekitar pukul 01.15WIB -  22 Januari 2012
Lanjut,,, Tidoooor,,, :P
__

Rabu, 21 Desember 2011

RR - Jalan Santai ke Curug Cikondang

Bismillah :)
Report jalan-jalan kali ini bertajuk, riding santai yang (sedikit) maksa :D maksa karena awalnya berencana untuk ikut riding keTawangmangu buat kenalan sama suhu-suhu Nusantaride tapi gagal karena gak yakin sama kemampuan riding dari Jakarta - Tawangmangu (PP) sedangkan niat buat ikut dari Kebumen – Tawangmangu ternyata eh ternyata kehabisan tiket kereta. :( Rencana riding balas dendam ke Bandung dan Sukabumi saat natal terganjal belum ada teman dan rencana pulang kampung yang diniatkan ketika Tahun Baru tetapi ndak kebagian tiket adanya tiket Natal. Disyukuri sahaja karena banyak yang ngejar-ngejar itu tiket Natal dan gak dapat ,hahaha :D

Pikir punya pikir akhirnya awal Minggu maksain diri buat bikin rencan jalan-jalan. Rencana awal pengin tik tok ke Curug Malela. Observasi via internet sudah dilaksanakan tapi apa daya keesokan harinya ini badan malah ngedrop :(  Sempat kepikiran untuk ngebatalin rencana jalan-jalan kali ini tapi keinginan udah diubun-ubun.  Hari Jumat akhirnya buka-buka artikel riding report dari para suhu salah satu forum dan artikel salah satu blogger yang terkenal sebagai tukang riding dan pelatih safety riding, nemu juga tujuan yang hamper mirip dengan Curug Malela tetapi relatif lebih dekat , Curug Cikondang :)

kebun teh Panyairan


Sabtu, 17 Desember 2011
Bangun pagi-pagi, siapin barang bawaan, mandi, sholat subuh, ngacir … :) Sekitar pukul 05.19 berangkat. Rute dipilih adalah Bintaro – Parung – Bogor kota – Puncak – Cianjur – Cibeber – Curug Cikondang. Suasana riding pagi masih cukup sepi kecuali setelah memasuki wilayah Bogor. Terkenalnya Bogor dengan kota angkotnya tetap terjaga, macet, menjadi trade mark :D

Suasana jalanan dari Bogor menuju Puncak sudah mulai macet tetapi setelah memasuki Puncak raya jalana masih cukup lengang kita masih bisa menikmati suasana pagi khas pegunungan. Semenjak memasuki Puncak raya ini perut sudah mulai nagih jatah makan, akhirnya sekitar pukul 07.00 makan bubur pinggir jalan akhirnya jadi opsi . :) *lama banget ya Bintaro – Puncak aja 2 jam :P
Prosesi sarapan pagi selesai, tujuan selanjutnya Puncak Pass, sedikit foto-foto dan mengenang pertama kali menginjakkan kaki di Puncak Pass. Lanjut tujuan berikutnya Cianjur :)

Puncak Pass

Setelah sekali berhenti disalah satu pom bensin di Cipanas demi “nature call” sampailah di Kota Cianjur. Buta arah setelah masuk kota Cianjur maka diputuskan untuk mengaktifkan GPS Superspring, koordinat tujuan dimasukkan saatnya melucur. Tapi apa daya ada seikit kesalahan dengan GPS, ketika diluar aplikasi GPS sinyal mantap tetapi setelah memasuki aplikasi navitel sinyal menjadi kosong. “GlobalPitakonanSistem” jadi pilihan setelah bertanya dengan bahasa Indonesia dan dijawab menggunakan bahasa setemapat (ngomong opo yo pa’e) dengans edikit berasumsi akhirnya perjalanan dilanjut menuju arah Sukabumi.  Ada seikit kekurangyakinan (halah boso opo iki)akhirnya mampir ke salah satu pom bensin untuk mampir “bayar utang” harian sama Alloh SWT dan bertanya kepada penjaga pom bensin ternyata arah sudah benar dan masih cukup jauh katanya.  Lanjut gan,,, :)


Akhirnya petunjuk arah menuju Situs Megalitik Gunung Padang terlihat, teringat salah satu RR di POL bahwa arah masuk ke Curug Cikondang adalah searah dengan jalur menuju Gunung Padang, maka “GPS” kembali diaktifkan dan ternyat udah sedikit terlewat 200m dan benar arah menuju Curug Cikondang adalah sama dengan arah menuju Gunung Padang, katanya ngikutin jalan saja. Setelah beberapa kali bertanya dan beberapa kali hampir jatuh oleh bekas aspal berbatu dan bercampur tanah akhirnya sampai di Curug Cikondang. 

Tanya-tanya dan ngobrol dengan penduduk di depan pintu masuk ternyata motor gak bisa masuk dan harus dititip. Akhirnya nitip motor dan sekalian peralatan lenong biar jalan ke curug bisa enteng, dan ternyata pembayaran tiket dilakukan disitu juga (tiket seharga rp3000,-)
Perjalanan menuju curug hanya sekitar 10 menit. Saatnya menikmati pijatan dari air terjun, dan berhubung Cuma kesana sendiri dan saat itu gak ada pengunjung lain jadi lakuin hal-hal yang wajar saja :D

curug cikondang

Hari mulai siang dan pengunjung mulai berdatangan, akhirnya memuaskan diri bermain air dan foto-foto, saatnya kembali ke peraduan di Jakarta. Ganti baju, bayar penitipan motor dan kamar mandi rp5000. Ngacirrr menikmati jalanan berbatu lagi :)
Sempat mampir sholat dhuhur di Cibeber, memasuki daerah puncak gerimis melanda sempat berhenti sekali  dan diputuskan lanjut sampai ke Masjid Atta’wun, Puncak untuk sholat ashar dan makan siang (ini makan siang apa sore si?) sembari menunggu cuaca lebih bersahabat.

 Masjid Atta'awun, Puncak

Kenyang lanjut menuruni Puncak Raya yang identik dengan kemacetan dan buka tutup jalan setiap weekend tapi mongstor mah lancar pelan tapi pasti :) Kemacetan terus berlanjut sampai maghrib tiba di daerah Parung. Menepi di sebuah masjid untuk ibadah dan lanjut menikmati kemacetan+perbaikan jalan sampai daerah Bintaro.


trip meter cuma nambah segini :(

Alhamdulillah sekitar pukul 07.45 sampailah di kos, daerah belakang Kampus STAN dengan selamat. Perjalanan sepanjang 280km kali ini diwarnai dengan beberapa kejadian “hampir” terlibat kecelakaan  tetapi Alhamdulillah Alloh SWT masih melindungi hambanya ini. :) Semua kejadian tersebut perlu dijadikan pembelajaran agar kita makin berhati-hati dalam berkendara :)

See you next trip… :)

Kamis, 27 Oktober 2011

RR - road to Sukabumi with pamakja #2

Segarnya Sukabumi pagi itu (Minggu, 16 Oktober 2011) :)



Hari kedua jalan-jalan telah datang tapi kami semua masih sibuk dengan kenyaman tidur masing-masing :D Semua baru tersadar setelah sang tuan rumah, febri doanx, bersiap untuk menjemput tyas yang menginap di tempat mbak titin. Beberapa saat mereka datang dengan disertai beberapa cemilan untuk sarapan dan beberes kami pun telah selesai. Ready to go,, :)
 
Tujuan pertama Pelabuhan Ratu, menuju sisi pantai dari Sukabumi. Kamipun berangkat dengan posisi riding yang berubah-berubah tetapi tetap febri doanx sebagai RC dan saya sebagai sweeper. Sepanjang perjalanan semat ada sedikt insiden,  amad+ari hamper saja terserempet bus saat mereka menyalip. Kronologis kejadian saat itu febri doanx, iwan+wati sudah menyalip dan agak jauh dari kami. Ketika hendak menyalip bus yang agak memelankan diri tiba-tiba bus membanting setir ke arah kanan tanpa menyalakan lampu sein, berakibat amad+ari terkaget dan harus turun dari aspal. Alhamdulillah semua terkendali dan kami dapat melanjutkan perjalanan. Usut punya usut ternyata sang bus membanting setir karena di depannya ada angkot yang mendadak berhenti.

Welcome to Pelabuhan Ratu :)




Hal pertama yang wajib dilakukan setelah foto-foto adalah mari kita sarapan. :)
Pelabuhan Ratu cukup lanjut ke Cisolok yang kata febri doanx lebih bagus daripada Pelabuhan Ratu. Dalam perjalanan menuju Cisolok ada satu pantai yang menyesal banget gak saya abadikan :(  mudah-mudahan bisa ke sana lagi, amin…




Minum kelapa muda di Cisolok selesai, agenda selanjutnya mari kita kembalu ke Jakarta (ops, tangerang si,hehe). Wait,,,wait,,, waktu hamper menjelang dhuhur, sepertinya lebih baik menuju Pelabuhan Ratu istirahat dan sholat baru lanjut ke Jakarta. Di salah satu tempat (lupa namanya) saya, amad+ari, iwan+tyas berpisah dengan febri doanx karena dia harus kembali ke Sukabumi dan kami kembali menuju Jakarta. Terima kasih sangat mas bro sudah meluangkan waktu untuk menjamu dan mengajak kami berkeliling Sukabumi, suatu saat kami akan kembali, insyaAlloh.. :)



Perjalanan menuju Jakarta seperti biasa karena ini adalah hari Minggu dan orang-orang kembali menuju Jakarta setelah liburan selama 2 hari, tentu macet. (Jakarta pindahan gan,hehe) Sempat istirahat dan makan siang yang cenderung sore setelah sholat ashar di KFC Bogor untuk kemudian berpisah, amad+ari menuju Jakarta (the real Jakarta) sedangkan saya, iwan+tyas menuju Bintaro.
Akhirnya sekitar pukul 18.15WIB saya sampai Bintaro, sedangkan iwan+tyas sampai Bintaro menjelang isya.

Terima kasih kepada:
1.       
1. Alloh SWT atas kesehatan, kesempatan, dan kelancaran dalam perjalan kali ini..
2. Mas cundink, febri doanx, dan para penghuni mess sukabumi atas jamuannya,
3. Mbak titin yang sudah menemani kami ke Curug Sawer dan memberikan tumpangan menginap untuk tyas.

See you next trip mas bro mbak.. :)

RR - road to Sukabumi with pamakja #1


Sabtu, 15 Oktober 2011 akhirnya datang juga. Waktu yang ditunggu setelah selama ini merencanakan buat jalan-jalan keluar dari Jakarta & Tangerang, walaupun akhirnya kembali ke Sukabumi. :)
Setelah sholat subuh segera menyiapkan #red.AG untuk meluncur ke tempat janjian di sekitaran Terminal Baranangsiang.  Setelah ready meluncurlah menuju Bogor tapi ternyata baru sampe di daerah Ciputat sudah terhadang oleh rombongan HD buanyak puol (sepertinya mau menuju acara Harley Davidson di Bandung, CMIIW) dan sepertinya bakal telat sampai di tikum yang rencananya pukul 06.00WIB. Sesampai daerah sekitaran terminal ternyata masih belum ada tanda-tanda anak-anak Pamakja, coba hubungi satu persatu ternyata iwan+tyas malah sudah ada di pom bensin Tajur sedangkan ahmad+ari masih di jalan. Akhirnya diputuskan tikum dipindahkan ke pom bensin Tajur.
Sekitar pukul 06.30WIB akhirnya peserta yang cuma 3 motor 5 orang telah hadir semua. Rencana selanjutnya adalah menuju Sukabumi tapi diinterupsi dengan sarapan ditukang bubur terdekat. :D Selesai "nyabu" perjalanan sebenarnya menuju Sukabumi dilanjutkan dengan posisi awal adalah amad+ari dengan jupiter z di depan, kemudian iwan+tyas mengikuti, dan saya bersama #red.AG menjadi penutup.


Sampai di Sukabumi entah jam berapa, kami semua disambut dengan ramah oleh rekan Pamakja yang dapat gawe di Sukabumi, mas cundink+febri doanx. Acara pertama so pasti speak-speak, ngemil, minum sambil ngelurusin punggung dan istirahat sembari menunggu mbak titin yang rencananya akan ikut menemani agenda kami di hari pertama yakni menuju Curug Sawer dan makan surabi.
Mari kita lanjutkan ke agenda selanjutnya setelah beristirahat karena Curug Sawer sudah menanti dan badan ini sudah ingin merasakan kesegaran suasana di curug. :) Sesampainya di Curug Sawer motor diparkir dan kita berjalan sekitar 1-2 km untuk menuju curug, dan sebelum sampai curug kita sempatkan memesan nasi liwet untuk makan siang nanti seturun dari curug.





Acara rendam-rendaman dan makan siang di curug selesai . Tujuan selanjutnya adalah Surabi [apanamanya]  yang katanya ada surabi dengan berbagai macam rasa.


Kembali menuju mess dan saatnya istirahat sebelum makan malam. Namun sangat disayangkan ketika kita hendak keluar makan malam iwan dalam keadaan kurang sehat dan tidak bisa ikut. Akhirnya agenda malam ini diputuskan hanya sekedar makan malam di warung sop biar hangat,  dan membeli oleh-oleh (moaci lampion,hehe). Suasana malam Sukabumi yang sejatinya sudah cuup ramai dengan tongkrongan para biker, malam itu makin diramaikan dengan adanya acara konser Mahadewi.
Jalan-jalan hari pertama telah usai saatny merebahkan badan dan kembali mengumpulkan tenaga untuk menjalani hari kedua. See you.. :)

Rabu, 07 September 2011

RR - Jogja with red.AG

Alhamdulillah setelah beberapa  kali main bujuk membujuk dan tabung menabung akhirnya bisa ngandang juga satu partner dengan tangki bahan bakar di depan. :) Sebulan berlalu dan masa inreyen red.AG (nama panggilan) justru terselesaikan oleh ayah, maka setelah hari raya Idhul Fitri diputuskan untuk melakukan pendekatan agar semakin kompak *sakjane yo latian numpak motor kopling tangan* dengan red.AG. Rencana awal ingin mengunjungi daerah Wonosari dan pantai-pantainya yang indah tetapi berhubung bangun agak kesiangan akhirnya diputuskan bahwa tujuan awal adalah Pantai Glagah,Kulon Progo, dan tujuan selanjutnya disesuaikan.

Pamitan dengan orang tua selesai langsung meluncur menuju Pantai Glagah melalui jalur selatan-selatan pula Jawa yang ternyata hanya berjarak sekitar 50km dari rumah :D (turah-turah waktu iki mesti)



Berhubung sampai di Pantai Glagah masih lumayan pagi akhirnya menyusuri sepanjang pantai naik red.AG sambil menikmati pemandangan, semilir angin pantai, dan pasti foto-foto.:D











Setelah puas dengan menikmati suasana di Pantai Glagah, walopun tidak masuk secara resmi dan bayar parkir :P.Perjalanan dilanjut ke arah Jogja melalui Bantul sambil berpikir hendak kemana melangkah. Terlihat tulisan petunjuk arah menuju Goa Selarong, tanpa babibu langsung deh lampu sein dan stang mengarah menuju Goa Selarong.


Ketika di Goa Selarong, coba menghubungi om Dapid SDC-Jogja sembari menanyakan keadaan rekan-rekan SDC Jadetabek yang hendak berkunjung ke Jogja. Setelah beberapa kali bersms ria dengan om Dapid, mbak Avit, dan om Agung kami memutuskan untuk bertemu dan bersilaturahmi di kediaman mbak Avit dan om Agung. Ramah-ramah euy,,makasih ya om+tant jamuan makan siangnya :)

Ngobrol dan ngemil tak terasa waktu sudah pukul 16.00, saya dan om Dapid memutuskan untuk bertemu dengan Ipank SOC Jogja dan om Bagus paketu SDC Jogja untuk membicarakan penjemputan terhadap tim dari SDC Jadetabek dan SWAT Bandung. Berhubung setelah dibicarakn ternyata jadwal kedatangan rekan-rekan dari barat sedikit terhambat lalu lintas mudik akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Kebumen. Mohon maaf rekan-rekan karena esok harinya saya ada acara nikahan dan kumpul keluarga. :)

Sekitar pukul 18.40 meluncur menuju Kebumen dan sampai di Kebumen pukul 22.30 sudah termasuk berhenti untuk makan malam di daerah Purworejo selama satu  jam.

Terimakasih kepada Alloh SWT yang telah memberikan kesehatan dan semuanya sehingga perjalanan ini bisa tercapai. Terima kasih kepada orang tua, dan mami yang sudah mengijinkan saya jalan-jalan,,,hehe dan rekan-rekan SDC dan SOC yang sudah mau menemani selama di Jogja. :)

Oia,satu lagi berhubung ini judulnya red.AG, sedikit testi tentangnya adalah motor ini secara pribadi sudah cukup bagi saya saat ini. Hanya sedikit perlu perubahan di beberapa sisi agar lebih sedap dipandang mata, hehe Soal speed dan akselerasi selama saya coba sendirian fine... masih bisalah lari 100kmph *kata speedometer ya* hihi  Handling juga termasuk enteng menurut saya, hanya saja yang saya rasakan ban belakang agak sedikit kurang nyaman. Tapi so far so good lah,, :)

See you next trip :)